Wedding Toast: Tradisi Sarat Makna Di Hari Pernikahan

Wedding Toast: Tradisi Sarat Makna Di Hari Pernikahan – “Mari kita beri ‘Toast’ untuk pasangan pengantin kita…,” kata-kata yang kerap diucapkan oleh Master Ceremony suatu acara pernikahan. Wedding toast atau momen bersulang di pernikahan sebenarnya adalah tradisi yang telah dilakukan sejak lama.

Biasanya momen ini digunakan untuk mendoakan agar pasangan pengantin baru diberi kesehatan, umur panjang serta penuh berkah di tahun-tahun mendatang. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar dan tamu yang hadir untuk mengekspresikan perasaan sayangnya terhadap pasangan mempelai.

Wedding toast biasanya dilakukan dengan minum sampanye atau anggur khusus atau minuman ringan lainnya termasuk jus buah secara bersama-sama dengan mengangkat dan ‘mengetukkan’ antar gelas yang satu dengan lainnya. Suara dentingan gelas dipercaya mampu mengusir roh-roh jahat yang ingin mengganggu dan berdampak buruk bagi pasangan pengantin. Namun ada beberapa jenis minuman yang dihindari dalam momen bersulang ini, termasuk kopi, teh dan air putih yang dianggap memiliki arti kurang baik.

 

Sejarah Wedding Toast

Bersulang di hari pernikahan merupakan tradisi di Yunani yang dimulai pada abad ke 6 sebelum masehi. Setiap kali mengadakan pertemuan, bangsa Yunani akan menuangkan anggur dari sebuah kendi yang sama. Sayangnya, pada awalnya cara ini banyak dilakukan untuk melenyapkan lawan politik atau pasangan hidup ataupun mitra kerja dengan cara meracuninya. Untuk itu, tuan rumah akan mulai meminum anggur dari gelasnya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa anggur tersebut tidak mengandung racun.

Wedding Toast

Kemudian sekitar 100 tahun kemudian kebiasaan ini dilanjutkan oleh bangsa Romawi, namun dengan gaya yang berbeda. Orang Romawi biasanya menambahkan sepotong roti bakar (toast) di masing-masing gelas yang kemungkinan untuk menghilangkan bau kurang enak dari anggur berkualitas rendah. Kata ‘Toast’ sendiri berasal dari bahasa Latin ‘Tostus’ yang artinya bakar atau kering. Kebiasaan meminum anggur dengan sepotong roti bakar di dalamnya menyebarluas ke Inggris.

Di abad ke 17 dan ke 18, bersulang sudah menjadi merupakan tindakan yang umum dilakukan sebagai tanda itikad baik untuk mendoakan keselamatan dan kebahagiaan untuk para tamu yang menghadiri suatu acara khusus.

Urutan Wedding Toast Tradisional

Secara tradisional biasanya Wedding Toast dilakukan terlebih dahulu oleh pendamping mempelai pria, teman dan keluarga terdekat untuk mempelai wanita. Selanjutnya, bersulang dilakukan oleh pendamping mempelai pria (bestman) yang ditujukan kepada mempelai wanita dan mempelai pria.

Kemudian, Wedding Toast dilakukan oleh mempelai pria sebagai ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah bersulang untuknya, disertai dengan sepatah dua patah kata untuk istri barunya dan ucapan terima kasih untuk orangtua serta pengiring pengantin (bridesmaids). Lalu bestman kembali bersulang untuk menyatakan terima kasih kepada mempelai pria atas nama bridesmaids yang diikuti oleh para bridesmaids. Terakhir, bersulang dilakukan oleh ayah mempelai wanita untuk berterima kasih kepada semua tamu atas nama dirinya dan istri yang menandai dimulainya pesta pernikahan.

Wedding Toast Modern

Kini momen Wedding Toast umumnya didahului dengan beberapa kata sambutan, dimulai dari MC yang mempersilahkan mempelai pria dan wanita, bestman atau seseorang yang dekat dengan kedua mempelai, baik dari pihak keluarga maupun sahabat karib. Kata sambutan tersebut dapat disisipi dengan gurauan mengenai kisah cinta dan pertemuan kedua mempelai, namun sebaiknya tidak terlalu panjang.

Selain itu perlu diingat agar kata sambutan tersebut jangan sampai menyinggung perasaan kedua mempelai beserta keluarga besarnya, terlebih jika itu merupakan rahasia pribadi sang mempelai. Yang terpenting adalah membuat kata sambutan yang berasal dari hati yang mengasihi kedua mempelai dengan tulus.

Selanjutnya MC akan memulai acara bersulang dengan terlebih dahulu mengedarkan minuman kepada mempelai dan orangtuanya, serta seluruh tamu undangan. Jangan lupa untuk meminta musik berhenti terlebih dahulu saat acara Wedding Toast berlangsung dan minta kesediaan seluruh tamu undangan untuk berdiri. Sebagai mempelai yang diberi ‘Toast’, perlu diingat untuk tidak mengangkat gelas atau bahkan meminum isinya sampai habis sebelum acara bersulang tersebut berakhir.

Tips Hasilkan Wedding Toast Yang Sempurna

Bagi seseorang yang memimpin acara Wedding Toast, sebaiknya memastikan bahwa seluruh gelas tamu undangan terisi penuh terlebih dahulu dan terakhir baru memenuhi gelas Anda dengan minuman untuk kemudian memulai acara bersulang. Urutan yang tepat untuk mengedarkan minuman dimulai dari mempelai wanita, mempelai pria, pendamping mempelai dan seluruh orang tua mempelai.

Peganglah gelas dengan tangan kanan dan meluruskan tangan sejajar bahu kanan. Gerakan ini akan menandakan persahabatan dan perdamaian. Acara bersulang dimulai saat para tamu mengulang kalimat terakhir yang dikatakan MC.

Sebagai contoh, saat MC berkata, “Mari para hadirin yang terhormat, kita bersulang untuk kebahagiaan kedua mempelai. Bagi kedua mempelai yang berbahagia…”, setelah kalimat terakhir diulangi oleh para tamu undangan pernikahan, saat itulah tegukan pertama mulai dilakukan. (Jv/Berbagai Sumber).

 


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *